Fokus isu yang dibahas pada arus ini adalah ekonomi dan keuangan, seperti: kebijakan fiskal, moneter dan riil, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, dan perpajakan internasional. Pembahasannya dilakukan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral masing-masing negara anggota.

 

Selama periode G20 Indonesia, Jalur Keuangan membahas 6 agenda prioritas:

 

1. Koordinasi exit strategy untuk mendukung pemulihan global,

2. Upaya penanganan dampak pandemi (scaring effects) dalam perekonomian guna mendukung pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan,

3. Penguatan sistem pembayaran di era digital,

4. Pengembangan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance),

5. Peningkatan sistem keuangan yang inklusif,

6. Agenda Perpajakan internasional

 

Selain itu, G20 Indonesia juga melanjutkan beberapa legacy issues: 

 

1. Mengintegrasikan risiko pandemi dan iklim dalam pemantauan risiko global;

2. Penguatan Global Financial Safety Net (GFSN);

3. Meningkatkan Arus Modal;

4. Melanjutkan Inisiatif Kesenjangan Data (Data Gap Initiatives);

5. Meningkatkan Reformasi Regulasi Sektor Keuangan;

6. Memperkuat pengelolaan dan transparansi utang;

7. Mempercepat agenda infrastruktur menuju pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif;

8. Optimalisasi dukungan pembiayaan dari bank pembangunan multilateral (MDBs);

9. Memperkuat kapasitas sistem kesehatan dalam pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi;

10. Melanjutkan dukungan untuk menarik investasi sektor swasta di negara-negara berpenghasilan rendah, seperti di kawasan Afrika.

 

PRAKARSA GLOBAL

1. Penanganan Krisis

 

a. Krisis Ekonomi Global 2008-2009

 

Inisiatif: Stabilisasi dan reformasi sektor keuangan, Stimulus ekonomi global 

 

b. Krisis Pandemi COVID-19

 

Inisiatif: G20 Action Plan, termasuk ACT-Accelerator dan COVAX Initiative; Debt Service Suspensions Initiative

 

2. Arsitektur Keuangan Internasional 

 

Inisiatif: 

 

– Peningkatan jaring pengaman keuangan internasional, 

 

– Debt Sustainability and Transparency

 

3. Perdagangan Internasional

 

Inisiatif: 

 

– G20 Actions mendukung Pemulihan Perdagangan (short term & longer-term termasuk trade facilitation), 

 

– Riyadh Initiative untuk reformasi WTO

 

4. Pengembangan Infrastruktur

 

Inisiatif: 

 

– Prinsip-prinsip investasi infrastruktur berkualitas, 

 

– Pembentukan Global Infrastructure Hub, 

 

– mendorong Roadmap Infrastructure as an Asset Class, dan Infratech

 

5. Perpajakan Internasional

 

Inisiatif: 

 

– Base Erosion and Profit Shifting (BEPS), 

 

– Automatic Exchange of Information (AEOI), 

 

– Digital Taxation

 

6. Penguatan Global Partnership

 

Inisiatif: 

 

– Bantuan bagi negara miskin dan berkembang, khususnya Afrika (Compact with Africa, G20 Energy Access Action Plan), 

 

– Global Antimicrobial Resistance R&D Hub