Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan Labuan Bajo aman untuk wisatawan. Hal ini bisa terjadi seiring dengan keberhasilan penerapan protokol kesehatan yang ketat berbasis CHSE (Cleanliness, health, safety, and environmental sustainability).

“Status penularan Covid-19 saat ini di Manggarai Barat tergolong cukup rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari pendatang," kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina, dikutip oleh MNC Portal Indonesia melalui keterangan tertulis Sabtu (19/2/2022).

Tercatat sampai 12 Februari 2022 pukul 18.00 WITA, dari total jumlah pemeriksaan terhadap 666 orang, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 26 orang dan negatif sebanyak 640 orang. Sehingga positivity rate di Manggarai Barat 'hanya' sebesar 3,9 persen.

Sementara sejak ditemukan kasus pertama pada 30 April 2020, total kasus konfirmasi positif Covid-19 sampai 12 Februari 2022 sebanyak 5.309 orang. Untuk mengantisipasi penyebaran di sekitar lokasi wisata, BPOLBF menerapkan protokol kesehatan CHSE di Labuan Bajo secara ketat dalam berbagai hal.

Sejumlah prosedur pun harus diikuti oleh wisatawan, di antaranya wajib menunjukkan hasil negatif PCR/Antigen test bagi pengunjung dari luar Labuan Bajo pada kedatangan di pelabuhan dan bandara (re: mengisi eHac).

“Kami juga menyediakan peralatan, perlengkapan kebersihan, dan kesehatan (masker, sarung tangan, termometer, kotak obat). Dan selalu memastikan penerapan 3M termasuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada karyawan dan pengunjung," ujar Shana.