Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 menghadirkan pembahasan dalam dua jalur pertemuan, salah satunya adalah jalur sherpa atau sherpa track yang fokus pada pembahasan isu ekonomi non-keuangan, seperti pariwisata.

Melalui Kick Off Tourism Working Group G20 pada pekan kedua Februari yang bertema "Percepatan Pemulihan Sektor Pariwisata Berbasis Masyarakat", Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan fokus pada upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan UMKM demi pariwisata yang lebih tangguh.

Baca juga: NTT Sambut KTT G20 dan ASEAN Summit, PLN Resmikan Layanan Listrik Tanpa Padam di Labuan Bajo

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, Tourism Working Group G20 yang akan diadakan di Indonesia memiliki beberapa manfaat.

Seperti, sebagai momentum pemulihan pariwisata di Indonesia dan ekonomi global pascapandemi. Lalu, untuk meningkatkan kualitas SDM dan ekonomi kreatif destinasi wisata Indonesia yang berbasis transformasi digital.

"Kami siap gerak cepat dan berkolaborasi untuk menyukseskan ajang internasional ini yang kami perkirakan akan mampu menciptakan ratusan ribu lapangan kerja dan tonggak kebangkitan perekonomian nasional," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (22/2/2022).

Sandiaga menilai, penyelenggaraan event nternasional itu akan meningkatkan kualitas pariwisata di Indonesia.

"Dan penyelenggaraan event yang akan berlangsung akan meningkatkan kualitas pariwisata berdasarkan protokol kesehatan dan ramah lingkungan," jelas Sandiaga.

Ia mengajak semua pihak untuk terus menerapkan 3 strategi utama yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Sandiaga pun berharap agar seluruh elemen masyarakat menyukseskan event bergengsi tersebut.

"Semoga seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini berjalan sukses dan lancar dengan dukungan dan gotong royong kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pariwisata Otorita Labuan Bajo Flores Shana Fatina menyatakan, siap menyukseskasn penyelenggaraan konferensi tersebut. Khususnya, pertemuan pejabat eselon I.

"Kami siap berkoordinasi dengan para stakeholder terkait baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya penyelenggara side event G20 terkait, guna menyukseskan event ini. Seperti yang dikatakan Menparekraf dalam kunjungan kerja di bulan Januari lalu, bahwa Labuan Bajo siap menyambut side event G20," jelas Shana.


Ia mengatakan, dengan penyelenggaraan Presidensi G20 di Labuan Bajo akan meningkatkan ekonomi nasional.

Ia juga optimis dengan menggandeng komunitas dan UMKM lokal, pariwisata Indonesia akan lebih tangguh.