Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bersolek untuk menyambut gelaran Tourism Working Group (TWG) G20. Labuan Bajo mulai bersolek dari 2019 lalu karena akan menjadi salah satu lokasi TWG G20 yang rencananya akan berlangsung hingga puncak acara pada November 2022.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (Dirut BPOLBF), Shana Fatina, menyampaikan, penataan Labuan Bajo dengan menghadirkan berbagai fasilitas publik yang diharapkan dapat memberi ruang bagi masyarakat, dan juga wisatawan untuk dapat menikmati pesona Kota Labuan Bajo dari sisi arsitektur dan budaya, serta kreativitas yang menjadi salah satu pendorong lahirnya ide kreatif masyarakat.

“Salah satu yang disiapkan oleh Kementerian PUPR adalah waterfront city yang sangat kami apresiasi untuk bisa semakin mempercantik Labuan Bajo yang akan mendukung penyelenggaraan G20 tahun ini,” kata Shana dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (23/3).

Menurutnya, Labuan Bajo sangat siap menyambut penyelenggaraan KTT G20 dan ingin memaksimalkan serta menyelaraskannya dengan pusat maupun daerah, termasuk komunitas, hingga media sehingga pihaknya membangun waterfront city yang cantik sebagai jendela bagi pengunjung atau kontingen G20 yang datang untuk melihat wajah Labuan Bajo lebih dekat.

Percepatan pemulihan sektor pariwisata berbasis masyarakat menjadi tema yang rencananya akan diangkat juga pada forum TWG G20 tahun ini. TWG 20 mengusung semangat “Recover Together, Recover Stronger”.

Ini merupakan sebuah momentum pemulihan pariwisata di Indonesia dan ekonomi global pascapandemi, termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perkembangan ekonomi kreatif destinasi wisata Indonesia yang berbasis transformasi digital.

Menurut jadwal, rangkaian pertemuan TWG G20, antara lain akan dimulai pada 8 Mei 2022 hingga 11 Mei 2022 dengan pelaksanaan secara hybrid di Labuan Bajo yang akan diikuti para pejabat eselon 1.

Sedangkan pada 23 September 2022, akan berlangsung pertemuan ke-2 yang dilaksanakan secara luring di Bali. Puncaknya pada 26 September 2022 dan berlangsung secara luring di Bali akan ada kegiatan Tourism Ministerial Meeting (TMM) yang back to back dengan pelaksanaan peringatan World Tourism Day 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi gerak cepat dan kolaborasi semua pihak untuk menyukseskan ajang internasional G20, khususnya TWG.

“Ajang internasional ini yang diperkirakan akan mampu menciptakan ratusan ribu lapangan kerja dan menjadi tonggak kebangkitan perekonomian nasional yang akan meningkatkan kualitas pariwisata,” ujarnya.

Shana menambahkan, pihaknya sangat siap berkoordinasi dengan para stakeholder terkait, baik yang berada di pusat atau daerah, khususnya tentang gelaran pendamping G20. Labuan Bajo akan siap menyukseskan ajang bergengsi ini demi suksesnya penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

Sebagai informasi, Indonesia tercatat menjadi negara ke-5 di Asia yang menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 setelah Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Kabar Indonesia menjadi Presidensi G20 menjadi berita positif bagi perekonomian Tanah Air karena selama pandemi Covid-19 melanda dunia, hampir semua sektor perekonomian negara, termasuk anggota G20 ikut terkena dampak buruknya. Isu ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam beberapa agenda pertemuan G20.

Indonesia sudah berperan sebagai presidensi atau keketuaan pertemuan G20 sejak 1 Desember 2021 hingga pelaksanaan KTT G20 yang puncaknya akan berlangsung pada November 2022.

Keberadaan presidensi tersebut yang membedakan G20 dengan forum multilateral lainnya. Forum G20 tidak memiliki sekretariat tetap. Salah satu negara anggota G20 akan ditunjuk sebagai presidensi.

Berdasarkan keputusan yang ditetapkan pada Riyadh Summit 2020, Indonesia akan memegang presidensi G20 pada 2022. Ini ditandai dengan serah terima yang dilakukan sejak akhir KTT Roma, 30–31 Oktober 2021 lalu.

Salah satu poin penting dalam Presidensi G20 Indonesia adalah TWG G20 yang berfokus pada upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan UMKM demi pariwisata yang lebih tangguh. Menariknya, Labuan Bajo akan jadi salah satu lokasi penyelenggaraan Tourism Working Group (TWG) G20 yang rencananya akan berlangsung hingga puncak acara pada bulan November 2022.

Kemenparekraf nantinya akan fokus dalam upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan juga mengembangkan UMKM demi pariwisata Indonesia dan global yang lebih tangguh.