Tahun 2021-2022 merupakan satu tahun momentum dimana Indonesia dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Forum kerja sama multilateral yang melibatkan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang memiliki kelas pendapatan menengah hingga tinggi, negara berkembang hingga negara maju.

Selain Bali yang menjadi pusat penyelenggaraan KTT G20, penyelenggaraan side event selama presidensi G20 akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Indonesia, yaitu di sekitar 19 kota dan 5 diantaranya adalah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur, Magelang di Jawa Tengah">Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menjelaskan, terpilihnya Labuan Bajo sebagai salah satu side event penyelenggaraan G20, menjadi momentum yang tepat seiring dengan cita-cita dan harapan Indonesia untuk kembali pulih bersama, tangguh bersama, dan membangun pariwisata berkelanjutan khususnya bagi Labuan Bajo.

Dengan mendorong isu penting seputar produktivitas, resiliensi, dan keberlanjutan, kemitraan, penciptaan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan hijau termasuk melalui pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan perempuan dan pemuda.

"Sejak tahun 2019, wajah kota Labuan Bajo perlahan dipercantik, dipoles, dan didandani dengan menghadirkan berbagai fasilitas publik yang diharapkan dapat memberi ruang bagi masyarakat dan juga wisatawan untuk dapat menikmati pesona kota Labuan Bajo dari sisi arsitektur dan budaya, serta kreatifitas yang menjadi salah satu pendorong lahirnya ide kreatif masyarakat," ujar Shana, kepada media ini Jumat 11 Februari 2022.

Kolaborasi pentahelix bersama seluruh unsur pemangku kepentingan mendukung Labuan Bajo agar siap menyambut penyelenggaraan KTT G20 terus dimaksimalkan mulai dari pemerintah lintas K/L di pusat mau pun daerah, para pelaku bisnis, akademisi, komunitas, hingga media.