BPOLBF Gelar Rapat Persiapan Panitia Tata Batas TMKH Untuk Kawasan Pariwisata BPOLBF

Created at 11 Aug 2021

Labuan Bajo - Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores menggelar tertutup Persiapan Panitia Tata Batas Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) Untuk Kawasan Pariwisata BPOLBF bersama unsur Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Barat, selasa (10/08/2021). 

Rapat yang digelar di ruangan rapat Kantor Bupati ini dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan dihadiri oleh Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina, Direktur Destinasi BPOLBF, Konstantinus Mardinandus, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K, M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Marthen Mitar, Perwakilan dari Kejari Mabar, Perwakilan Kodim 1612 Manggarai, serta perwakilan KPH Manggarai Barat, BPN Manggarai Barat, dan Kepala Desa Golo Bilas. 

Dalam rapat ini dibahas terkait rencana teknis penentuan Tapal Batas antara lahan milik negara yang selanjutnya akan diserahkan kepada BPOLBF untuk dikelola demi peningkatan kualitas pariwisata Manggarai Barat dengan lahan TORA, lahan APL, dan milik masyarakat dari tiga desa penyangga, yakni Desa Golo Bilas, Desa Gorontalo, dan Kelurahan Wae Kelambu. 

Direktur BPOLBF, Shana Fatina dalam rapat ini menjelaskan proses penanaman Tapal Batas pada 121 titik lokasi ditujukan untuk memperjelas batas - batas lahan yang akan dikelola oleh BPOLBF dengan lahan milik Pemkab Mabar, maupun batas-batas dengan desa penyangga. 

"Kenapa kita harus melakukan Tapal Batas agar memperjelas mana batas HPL milik Pemkab Mabar mana lahan milik BPOLBF. Selain itu Tapal Batas juga akan ditempatkan pada titik batas dengan lahan Tora milik desa Golo Bilas yang telah mengantongi SK serta titik batas lahan milik Desa Gorontalo dan Kelurahan Wae Kelambu." jelas Shana 

Lanjut Shana, penanaman Tapal Batas serta semua tahapan akan melibatkan pihak desa penyangga, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mabar, unsur TNI Polri, pihak BPN Mabar serta instansi - instansi terkait. 

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat membuka rapat ini mengapresiasi dilaksanakannya rapat membahas tata batas lahan yang selanjutnya akan dikelola oleh BPOLBF. Hal ini menurut Bupati Edi untuk menghadirkan titik terang terkait status kepemilikan lahan serta peruntukan pengelolaan lahan demi kepentingan pariwisata Labuan Bajo kedepan. 

"Sekali lagi secara kedinasan saya menyampaikan terimakasih, hari ini kita berkumpul bersama dan berdiskusi sekaligus tentu dalam pelaksanaan tidak hanya soal menata kawasan otorita ini tapi bagaimana tentang keberadaan BPOLBF yang fungsinya sebagai lembaga koordinasi. Supaya semua jelas dan biar BPO segera ada action yang nyata di lapangan. Mungkin karena tidak ada action yang nyata terkait dengan soal penataan dan pemanfaatan kawasan itu makanya orang bertanya - tanya soal kehadiran BPOLBF." ucap Bupati Edi 

Selain itu dalam rapat ini, Bupati Edi menekankan tujuan penggunaan lahan negara yang pengelolaannya diserahkan kepada BPOLBF melalui perpres 32 ini harus mampu memberikan jaminan kesejahteraan baik bagi masyarakat pada desa penyangga maupun masyarakat Manggarai Barat pada umumnya. 

"Harapan kita, seluruh tanah baik HPL maupun tanah yang statusnya punya negara akan berdampak pada kesejahteranan rakyat baik sekitar kawasan maupun rakyat Mabar seluruhnya. Keterlibatan masyarakat bukan di penataan tapi pada saat pengelolaannya." ujarnya 

Melalui rapat ini, Bupati Edi berharap terwujudnya kesepahaman kerangka berpikir bagi setiap Forkopimda dengan fungsi dan tugas masing - masing dalam mensukseskan program pemerintah pusat demi tujuan kesejahteraan masyarakat. 

"Supaya kita punya pehamaman yang sama, satu suara, sehingga masyarakat tidak menjadi bingung sekaligus mendapatkan kepastian. Setelah pertemuan ini pada gilirannya kita akan turun lokasi. Sehingga tidak meraba - raba. Lahannya BPO dimana? Jangan sampai ada yang bilang BPO ambil lahannya warga, BPO ambil lahan tanah Tora, APL dan lain sebagainnya. Agar itu menjadi terang makanya kita bertemu hari ini. Kita harus bersinergi untuk mengetahui tugas kita masing - masing itu seperti apa." ujar Bupati Edi. 

Sementara itu, Ketua DPRD Mabar, Marthen Mitar menyampikan apresiasinya terhadap kegiatan rapat ini yang olehnya merupakan salah satu upaya bentuk sinergitas dalam mendukung kebijakan pemerintah yang tentu bermuara pada pembangunan ekonomi masyarakat. Namun Marthen berharap kegiatan penanaman tapal batas ini nantinya dapat disosialisasikan dengan baik kepada warga masyarkat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. 

"Saya mengapresiasi kegiatan ini, dan pada kesempatan ini juga ingin memastikan bahwa dalam proses ini kiranya tidak merugikan masyarakat. Kiranya proses ini tidak menimbulkan persoalan dan apapun yang kita lakukan ini untuk kesejahteraan masyarkat. Kami memastikan forum ini agar mempertimbangkan hal-hal itu." Ujar Marthen 

Dalam rapat ini juga dibahas berbagai langkah - langkah teknis yang harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir munculnya persoalan yang akan muncul dimasa mendatang. Salah satunya yakni disampaikan oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo. Kapolres Bambang menjelaskan pada prinsipnya Polres Manggarai Barat siap mendukung berbagai program pemerintah. Kapolres Bambang berharap agar BPOLBF secara aktif membangun diskusi dan komunikasi dengan berbagai pihak, hal ini menurutnya menjadi sangat penting dalam meminimalisir munculnya persoalan - persoalan yang akan muncul ditengah masyarakat. 

"Pada prinsipnya Polres Manggarai Barat siap untuk mendukung program pemerintah. Terkait lahan ini sebaiknya dilakukan bertahap. Yang mau digunakan 135,22 hektar. Kita perlu banyak melakukan pertemuan seperti ini. Pembebasannya juga dilakukan bertahap agar lebih efektif dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di lapangan." Ujar Kapolres Bambang. 

Kapolres Bambang juga mengimbau pihak - pihak terkait untuk membantu menciptakan kondisi aman selama proses penanaman Tapal Berlangsung hingga mampu mensukseskan program maupun setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. 

"Mengantisipasi permasalahan yang nanti akan muncul. Tim dibentuk dan harus menginvetarisir setiap masalah. Untuk desa - desa yang berbatasan langsung dengan lokasi lahan BPOLBF ini, kawan di desa bisa turut mendukung kebijakan dari pemerintah dan disampaikan ke warganya masing masing agar dari awal mereka tau." tuturnya 

Hal lain juga disampaikan oleh Hasan selaku perwakilan KPH Mabar. Hasan menyampaikan berdasarkan pada kegiatan penelusuran titik batas yang dilakukan bersama BPOLBF pada lahan seluas 135,22 hektar Agustus 2021, ditemukannya aktifitas masyarakat pada lahan tersebut. Hasil penelusuran menemukan telah terdapat bangunan permanen, semi permanen, pondok serta kebun garapan diatas lahan tersebut. Untuk itu Hasan berharap agar setiap persoalan diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukannya penanaman Tapal Batas. 

"Agustus 2021 kami melakukan patroli di area tersebut dan menemukan ada aktifitas yang dilakukan masyarakat, sebagai kelanjutan dan penelusuran batas yang kami lakukan pada Desember 2020. Masing - masing ada persoalannya. Disitu kami menemukan bangunan permanen, semi permanen, pondok, kebun, ada tanaman semusim dan lainnya. Sehingga memang ada beberapa titik persoalan yang harus diselesaikan dengan baik sebelum melakukan penanaman patok." jelasnya.

thumbnail

Pedestrian Kota: Ruang Ekspresi Warga Dan Kenyamanan Wisatawan Menikmati Labuan Bajo

Labuan Bajo - Saat ini wajah kota Labuan Bajo sangat berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Penataan beberapa ruas jalan utama dalam Kota Labuan Bajo meng...

thumbnail

Majukan Pariwisata dan Ekraf NTT, BPOLBF Jaring 10 Finalis Ideathon #RinduLabuanBajo

LABUAN BAJO – Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina  optimistis  10 finalis  yang terjaring dalam Program I...

thumbnail

BPOLBF Apresiasi Gerak Cepat BTNK Padamkan Kebakaran Di Pulau Komodo

Labuan Bajo, 8 Agustus 2021 - Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengapresiasi gerak cepat tim Balai Taman Nasional Komodo u...

Informasi Lebih Lanjut

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami