Rakor Dewan Pengarah Tinjau Persiapan DSP Labuan Bajo Menuju KTT G-20

Created at 22 Jun 2021

Labuan Bajo - 

Rapat Koordinasi Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Ayana Resort, labuan Bajo, Jumat, 18 Juni 2021, usai pelaksanaan puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 'Kilau Permata Digital Flobamora'. 

Rapat yang dilangsungkan secara hybrid tersebut dihadiri secara fisik antara lain oleh, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo), Johnny Gerard Plate, dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dan secara virtual jajaran Menteri, antara lain oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Dalam Negeri Jenderal Tito Karnavian. 

Rakor juga dihadiri secara langsung oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, serta jajaran eselon 1 dan 2 Kementerian terkait meliputi Kemenkes, BAPPENAS, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Investasi, Kemendesa PDTT dan Sekretariat Kabinet. 

Rapat tersebut membahas laporan perkembangan terkini Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo Flores yang menitikberatkan penyelesaian pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan sejak 2019, serta perawatan dan pemeliharaan seluruh infrastruktur penunjang yang telah dibangun. 

“Pengembangan DPSP Labuan Bajo sebagai destinasi berkualitas mengedepankan kelestarian alam dan budaya, dengan berlandaskan aspek pembangunan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penerapan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat,” Ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membuka kegiatan. 

Dalam rangka menyiapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah penyelenggaraan Event G20, Menteri Luhut menjelaskan akan dilakukan pelaksanaan berbagai pre-event di sepanjang tahun 2021 hingga tahun 2022. 

Lebih lanjut Menteri Luhut mengungkapkan, untuk mendukung Labuan Bajo sebagai tempat terlaksananya side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 nantinya, perlu dilakukannya peningkatan kualitas fasilitas di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo terutama dikhususkan pada 14 isu pertama yang terbagi atas komponen atraksi, amenitas, aksesibilitas dan fasilitas pendukung lainnya. 

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan laporan transformasi digital maupun upaya pengembangan ekosistem digital pada DPSP Labuan Bajo. _“Sejauh ini telah dibangun 36 Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Kabupaten Manggarai Barat, dan akan dilakukan 421 pembangunan BTS baru yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini, proses pembagunan telah mencapai tahap survei lokasi,” jelas Menteri Johnny. 

Selain soal kesiapan infrastruktur telekomunikasi, di dalam rakor tersebut juga dibahas mengenai kesiapan sektor pariwisata untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 pada tahun 2020 mendatang. 

“Sebagai penyelenggara berbagai pre-event kegiatan KTT G20 2022 nanti, diharapkan agar DPSP Labuan Bajo dapat digunakan untuk Working Group, Sherpa, Engagement Group Meeting yang dapat berupa Seminar & Workshop, Gelar Budaya dan Pelaksanaan Program Kemenparekraf lainnya seperti Bimtek dan BISA,”  jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual. 

Menteri Sandiaga melanjutkan, berkaitan dengan persiapan DPSP Labuan Bajo sebagai salah satu venue rangkaian KTT G20, akan dilaksanakan pemeriksaan lokasi terkait rekomendasi destinasi, venue dan akomodasi para delegasi G20 2022. Secara keseluruhan, tiga langkah utama dalam mempercepat pembangunan DPSP Labuan Bajo adalah menyusun master plan sebagai panduan dalam pengembangan pariwisata, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui pelatihan dan pendampingan dari entitas pemerintah dan swasta, serta penggunaan teknologi informasi mulai dari pengelolaan atraksi, pemasaran, hingga sistem pembayaran. 

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina dalam kesempatan tersebut menerangkan BPOLBF akan terus melakukan percepatan pengembangan sektor parekraf terutama pengembangan SDM sebagai daya dukung utama agar bisa makin selaras mendukung Labuan Bajo terutama menyambut perhelatan G20 nanti. 

"Sesuai arahan, BPOLBF adalah lembaga yang ditugaskan mengintegrasikan dan melakukan percepatan pengembangan parekraf terintegrasi di kawasan Labuan Bajo Flores, termasuk menuju event internasional seperti KTT G-20 ini" terang Shana.*

thumbnail

BPOLBF dan Bima Perkuat Sinergi Lakukan Percepatan Pembagunan Pariwisata

Bima, NTB-- Upaya percepatan pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di 11 kawasan koordinatif terus dilaksanakan Badan Pelaksana Otorita Labu...

thumbnail

BPOLBF dan Pemda Bima Tandatangani MoU Kerjasama Pengembangan Pariwisata

Bima - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores bersama Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menggagas Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan pariwisata yang dit...

thumbnail

Rakor Dewan Pengarah Tinjau Persiapan DSP Labuan Bajo Menuju KTT G-20

Labuan Bajo -  Rapat Koordinasi Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investa...

Informasi Lebih Lanjut

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami