Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina meminta dukungan pemerintah dan masyarakat di Manggarai Raya, Flores, NTT, untuk mendukung pengembangan pariwisata.
"Kami minta dukungan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif," kata dia saat mengikuti sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng Tahun 2022 dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (5/1/2022).
Adapun pariwisata holistik, kata dia, adalah pariwisata yang meliputi berbagai aspek yang mendukung kesejahteraan manusia secara utuh dan terintegrasi dengan keutuhan ciptaan. Karena itu, pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada kesejahteraan ekonomi. Baca juga: 10 Hotel di Labuan Bajo Terima Anugerah Award Hotel Berkelanjutan 2021
"Untuk itu, diperlukan partisipasi masyarakat lokal, integrasi nilai kultural dan spiritual setempat, serta pelestarian lingkungan alam dalam seluruh pembangunan pariwisata," ujar Shana.
Sementara itu Uskup Ruteng Siprianus Hormat meminta Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, dan Bupati Manggarai Timur untuk tetap memperhatikan kemaslahatan hidup masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baca juga: GATF 2021, Jakarta-Labuan Bajo Jadi Rute Paling Laris Ditanyakan Ia menekankan beberapa hal, yang disebut "tujuh ramah", yakni ramah martabat manusia, ramah terhadap sesama, ramah budaya, ramah lingkungan, ramah tata karma dan etika, ramah akan keadilan dan kejujuran, serta ramah ilmu pengetahuan dan teknologi.

Labuan Bajo masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Sebagai informasi, pemerintah telah memasukkan Labuan Bajo ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dilansir situs web resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sejumlah pembangunan dilakukan dengan memaksimalkan potensi Labuan Bajo dan segala kekayaan alamnya. Lihat Foto Foto Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati senja di Kompas Bajo di kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (14/10/2021) sore.(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)
Beberapa pengembangan yang dilakukan pemerintah di Labuan Bajo, antara lain adalah pembangunan Puncak Waringin dengan segala fasilitasnya, seperti pusat cinderamata dan viewing deck. Ada pula peningkatan kualitas jalan di Labuan Bajo, berupa penanganan ruas dalam kota sepanjang 16,8 kilometer yang terdiri dari peningkatan jalan, trotoar, dan drainase. Baca juga: Ada Paket Snorkeling dan Nginap di Kapal Phinisi Labuan Bajo, Harga Mulai Rp 2,7 Juta Selain Puncak Waringin dan peningkatan jalan, pemerintah juga melakukan penataan kawasan Batu Cermin agar mampu mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.