Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menjadi tempat penyelenggaraan KTT G20 2022 terus bersiap diri dan bersinergi dengan pihak terkait menyambut konferensi internasional itu

The world is a dangerous place to live; not because of the people who are evil, but because of the people who don't do anything about it.

by Albert Einstein

Acara yang akan berlangsung pada Juni sampai September 2022 ini cukup penting untuk perjuangan diplomasi Indonesia di antara negara-negara maju yang juga tergabung di G20. Agendanya antara lai, membahas beragam topik yang berkaitan erat dengan situasi global seperti lingkungan dan perubahan iklim, lalu ada ekonomi digital, dan juga financial track. Agenda lainnya antara lain pembahasan mengenai beberapa dukungan global untuk negara-negara miskin yang rentan terdampak Covid-19. Ada juga bahasan tentang iklim investasi di bidang infrastruktur digital, pengembangan sistem keuangan digital dan keuangan berkelanjutan yang diharapkan bisa mendukung agenda agar ekonomi semakin membaik. Sebagai lokasi penyelenggaraan sebuah konferensi bertaraf internasional, tentu persiapan Labuan Bajo sebagai venue memerlukan sinergi semua pihak yang terlibat. Sinergi inilah yang dirangkul Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Pemda Kabupaten Manggarai Barat, NTT dalam coffee morning yang mempertemukan sejumlah pihak terkait untuk menyukseskan KTT G20. Tiap dua minggu sekali, mereka berkumpul bersama dan menyiapkan sejumlah aspek demi kesuksesan pertemuan G20 yang tinggal beberapa bulan lagi. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina, Danlanal Manggarai Barat, Direktur Bank Mandiri Labuan Bajo, serta para pimpinan kantor BUMN Labuan Bajo serta para Pimpinan kantor BUMN Labuan Bajo juga jajaran lain BPOLBF dan pejabat dari instansi Pemkab Mabar. "Kami sudah menyiapkan dukungan kesiapan aspek 3A (Amenitas, Atraksi, Aksesibilitas) Labuan Bajo sebagai Side Event dari penyelenggaraan G20 yang nantinya akan menghadirkan sekitar 7 Working Group Meeting mulai dari akomodasi berstandar internasional dan akomodasi lainnya yang sudah tersertifikasi CHSE, akses laut dan udara, kesiapan jaringan komunikasi 4G hingga 5G, transportasi publik ramah lingkungan, ketersediaan peta perjalanan hingga tentu saja paket wisata menarik di seputar Labuan Bajo," terang Shana dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (26/9/2021). BPOLBF sendiri sejauh ini telah mendata setidaknya ada 11 hotel bintang 3 hingga bintang 5 dengan total kapasitas sebanyak 848 kamar . Jumlah itu ditargetkan akan terus bertambah sampai 1500 kamar pada 2022 mendatang sehingga nantinya diharapkan bisa menampung kapasitas para peserta KTT G-20.