Lahan Otorita BPOLBF merupakan kawasan seluas 400 hektar yang berada di lahan perhutanan yang dalam perizinan pengembangannya terbagi menjadi dua yaitu APL (Area Pembangunan Lain) dan IUPSWA (Izin Usaha Pembangunan Sarana Wisata Alam). Khusus IUPSWA, pembangunan dibatasi hanya 10% lahan yang boleh terbangun dikarenakan lahan tersebut merupakan hutan yang perlu dilindungi. Lahan otorita BPOLBF sendiri terintegrasi dengan kawasan pariwisata Labuan Bajo. Pada lahan otorita BPOLBF, akan terdapat 4 (empat) segmentasi kegiatan yang dibagi ke dalam beberapa bagian yaitu; 1) Cultural District, 2) Leisure District, 3) Adventure District, dan 4) Wild Life District. Penjelasan dari masing-masing zona tersebut dipaparkan sebagai berikut:

  1. Cultural District (Zona Budaya)
    Luas lahan untuk membangun zona ini adalah 21, 69 Ha dari total luas 114, 73 Ha. Pada zona budaya ini, akan terdapat Cultural Center seperti Hikayat Komodo, Cultural Perfomance Park, Museum, Agriculture Tourism, Culture Gallery, dan Pray Hill serta atraksi lain yang ikut mendukung pariwisata dan menonjolkan budaya NTT. Tujuan dari adanya zona ini adalah untuk menjadi showcase kebudayaan Flores, mengangkat keunikan dan keragaman budaya Flores sebagai daya tarik wisata.
  2. Leisure and Entertaiment District (Zona Santai)
    Luas lahan terbangun untuk bagian ini adalah 6, 79 Ha dari total luas 63, 59 Ha. Pada zona ini akan terdapat beragam kegiatan seperti Hill Top Dining/Sky Resturant, Wedding Vanue, Sunset View Point, Spa and Wellness, Forest Pavilion, Park and Plaza Area. Tujuan dari adanya zona ini adalah menjadi destinasi yang menyediakan berbagai aktivitas hiburan dan self-treatment.
  3. Adventure District (Zona Petualangan)
    Luas lahan terbangun untuk zona ini adalah 10, 2 Ha dari total 132, 43 Ha. Pada zona ini akan dibangun ATV Offroad Track, Tree Top Cycling, Glass Walkway, Flying Fox, Outbound Package, Luxury Camping Ground (Glamping), Sky Coaster, Hiking and Biking Track, Zippline Coaster, dan Tree Top Net Palyground. Tujuan dari adanya zona ini adalah memberikan petualangan dan berbagai kegiatan alam terbuka yang unik dan berbeda.
  4. Wild Life District (Zona Alam)
    Luas lahan terbangun untuk Wild Life District kurang lebih 10, 20 Ha dari total luas 89, 25 Ha. Pada zona ini akan terdapat beragam kegiatan seperti Natural Reserve Gallery, Mini Zoo and Night Safari, dan Lumina Forest. Tujuan dari adanya zona ini adalah untuk menjaga ekosistem kehidupan alam liar sehingga dapat berjalan beriringan dan menjadi daya tarik wisata.
Pengembangan Kawasan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores di hutan produksi masuk dalam prinsip keberlanjutan lingkungan hidup. Rencana pembangunan menetapkan koefisien dasar bangunan dan luas area terbangun sangat rendah di setiap zona guna untuk tetap mendukung fungsi ekologi dari kawasan hutan tersebut.