Pembukaan Bertahap Taman Nasional Komodo

Halo Dragonian!

Menyusul keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang pembukaan kembali taman nasional Indonesia, Taman Nasional Komodo akan segera dibuka secara bertahap.Taman Nasional Komodo akan menjalankan setidaknya 4 tahap. Tahapan tersebut terdiri dari (1) Visitor Simulation Service (VSS), (2) Phase One, (3) Phase Two, dan (4) Phase Three.

 

Taman akan menjalankan VSS pada hari-hari embun berikutnya. VSS bertujuan untuk menguji sistem pemesanan online dan mensimulasikan skema taman. Ini akan berlangsung pada 29 Juni - 5 Juli 2020.

Pengunjung diharuskan melakukan registrasi online sebelum melanjutkan ke Taman Nasional Komodo. Tautan tersedia di http://bit.ly/komodoonline. Selama VSS, sistem akan diimplementasikan dan dipantau sepenuhnya.Tahap Satu akan dimulai pada 6 Juli 2020. Selama tahap ini, taman hanya dibuka untuk pengunjung lokal yang sudah menetap di Kabupaten Manggarai Barat setidaknya sejak Maret 2020 atau lebih awal. Untuk berpartisipasi dalam pencegahan COVID-19, pihak taman menerapkan kuota harian ke lokasi wisata darat sebesar 25 orang / hari / situs, sedangkan 5 kapal / hari / situs untuk lokasi wisata bahari. Penjaga taman mendorong pengunjung untuk mematuhi protokol Bersih, Kesehatan, dan Keselamatan sebelum kunjungan mereka.

Tahap Kedua akan dilakukan setelah evaluasi Tahap Satu. Dalam fase ini, warga negara Indonesia dan ekspatriat yang telah tinggal di Indonesia sejak Maret 2020 atau lebih awal dipersilakan masuk ke taman. Sistem kuota harian akan diterapkan dan dapat ditingkatkan mengikuti evaluasi status COVID-19 saat ini di wilayah tersebut.

Tahap Tiga akan dilakukan mengikuti kebijakan nasional. Jika kebijakan itu diumumkan, wisatawan asing dipersilakan untuk mengunjungi taman tersebut. Kuota harian dapat dimaksimalkan dengan mengacu pada hasil studi Daya Dukung Pariwisata Taman. Situs tersebut dapat dikunjungi hingga 200 orang / hari / situs. 

Protokol Bersih, Kesehatan, dan Keselamatan akan diterapkan dan dipantau secara ketat. Kegagalan untuk mematuhi peraturan akan mengakibatkan ditolaknya akses ke situs taman.