BPOLBF Selenggarakan Forum Komunikasi Kepala Daerah di Wilayah Koordinatif: Majukan Pariwisata Berkelanjutan di NTT

Created at 2025-03-25

 

Labuan Bajo, 25 Maret 2025- 

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Forum Komunikasi dan Kolaborasi Kepala Daerah di Wilayah Koordinatif BPOLBF. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Selasa (25/03/2025) pagi dan dihadiri oleh Kepala Daerah di wilayah Koordinatif BPOLBF yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, dan Lembata. 

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para Kepala Daerah dan Pemangku Kepentingan di wilayah koordinatif BPOLBF untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam memajukan pariwisata yang berkelanjutan di wilayah koordinatif BPOLBF secara khusus dan NTT pada umumnya. 

Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah Kepala Daerah dari beberapa Kabupaten ini, sejumlah isu strategis mengenai tantangan dan peluang kepariwisataan dibahas secara mendalam. Salah satu tema utama yang dibicarakan adalah terkait peluang kolaborasi yang dapat dilakukan bersama BPOLBF maupun lintas Kabupaten sehingga kepariwisataan di NTT tidak hanya berpusat di Labuan Bajo tetapi juga menjangkau wilayah Flores sekitarnya, serta membangun kolaborasi aktif Untuk pengembangan pariwisata NTT yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. 

Mewakili Menteri Pariwisata RI, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa NTT memiliki potensi yang luar biasa dan diperlukan kolaborasi antara pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Pariwisata, dan instansi lain untuk pengembangan destinasi. 

"Destinasi di Nusa Tenggara Timur memiliki potensi ekowisata yang luar biasa, mulai dari taman nasional, bahari, dan budayanya. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Pariwisata, dan instansi lainnya akan sangat membantu pengembangan destinasi karena di Nusa Tenggara Timur sendiri sudah tercipta ekosistem kepariwisataan yang baik yang kami harapkan dapat tercipta di seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Timur", ungkap Deputi  Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur tersebut. 

Menyambut baik forum ini, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga hadir secara daring menyampaikan harapan agar industri pariwisata memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif, di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri besar, tetapi juga oleh masyarakat lokal. Labuan Bajo dengan status super prioritas dan makin kuatnya konektivitas internasional langsung ke Malaysia dan Singapura, adalah peluang yang harus kita tangkap bersama dengan menyiapkan destinasi dan SDM. Terbukanya konektivitas internasional ini juga harus kita tangkap sebagai momentum untuk melakukan persebaran wisatawan dan mendukung produk-produk wisata yang selama ini telah ada yang sedang dikembangkan, sehingga wisatawan tidak hanya menumpuk di satu lokasi",  ujar Gubernur NTT. 

Lebih lanjut Melki menjelaskan, pengembangan sentra pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas merupakan salah satu kunci pelibatan masyarakat dalam industri kepariwisataan. Kolaborasi dengan berbagai kemitraan strategis perlu dibangun baik dengan pemerintah maupun sektor swasta, sehingga membuka akses kepada pasar pariwisata yang lebih luas, yang tidak hanya pada skala bisnis, namun juga dalam menerapkan keberlanjutan. 

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keberlanjutan dalam sektor pariwisata bukan hanya sekadar soal menjaga kelestarian alam, tetapi juga melibatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung serta pemberdayaan masyarakat sekitar. 

"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk memajukan pariwisata yang berkelanjutan, forum  ini merupakan momen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPOLBF, dan seluruh pemangku kepentingan. Isu-isu strategis kepariwisataan, seperti pengelolaan destinasi yang ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengembangan infrastruktur yang mendukung keberlanjutan, menjadi fokus utama dalam diskusi kali ini." jelas Frans. 

Keberlanjutan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga harus melibatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kolaborasi yang solid antara kepala daerah, pelaku industri, dan masyarakat, kami berharap dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan yang akan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Pertemuan ini juga akan menciptakan harmonisasi dalam kebijakan pariwisata antar daerah dan memastikan bahwa pengelolaan pariwisata dilakukan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, di mana masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari sektor ini. 

"Kolaborasi ini akan membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan keindahan alam Labuan Bajo dan Flores kepada dunia, sekaligus menjaga keberlanjutannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang," tutup Frans. 

Forum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret untuk mewujudkan pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, Labuan Bajo dan Flores memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di tingkat global. 

Hadir secara langsung dalam forum ini, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Ende, Sekda Manggarai Timur, Asisten II Ngada, Asisten I Nagekeo, Kadispar Lembata, Kadispar Alor, dan Kadispar Sikka. Forum ini juga dimoderatori oleh Konstant Mardinandus Nandus, Direktur Destinasi BPOLBF.

 

 

-------

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

BPOLBF Selenggarakan Forum Komunikasi Kepala Daerah di Wilayah Koordinatif: Majukan Pariwisata Berkelanjutan di NTT

  Labuan Bajo, 25 Maret 2025-  Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Forum Komunikasi dan Kolaborasi Kepala Daerah di Wilayah Koordina...

thumbnail

Jetstar Rute Labuan Bajo - Singapura, Membuka Gerbang Asia, Eropa, dan Amerika ke Labuan Bajo

  Labuan Bajo,  24 Maret 2025-  “Kami sangat senang dapat menghubungkan Labuan Bajo langsung ke Singapura. Ini memungkinkan lebih banyak orang untu...

thumbnail

Optimalisasi PAD Melalui Kolaborasi Pengelolaan Berbagai Sektor Melalui Kepariwisataan

  Labuan Bajo, 21 Maret 2025-  Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengadakan Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerint...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami