Dorong Peningkatan Atraksi Dalam Kota Labuan Bajo, BPOLBF dan Tim Kedeputian Kemenpar Lakukan Audiensi dan Visitasi Ke Desa Wisata Batu Cermin

Created at 2026-03-04

Labuan Bajo, 04 Maret 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Tim Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan audiensi dan _visitasi_ ke Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (04/03//2026). Audiensi berlangsung di Kantor Desa Batu Cermin dan dilanjutkan dengan visitasi ke spot wisata Batu Susun serta Green House Hidroponik tidak jauh dari kantor desa Batu Cermin. 

Kunjungan dipimpin langsung oleh Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung bersama jajaran dan Tim Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, untuk melihat langsung potensi desa, sekaligus menyerap aspirasi pemerintah desa dan masyarakat desa Batu Cermin guna mendorong dukungan dan intervensi di tingkat pusat.

Kegiatan diawali dengan prosesi penerimaan adat berupa pengalungan selendang _songke_ (kain khas Manggarai) dan _tuak curu_ (ritual penyambutan tamu yang dilakukan di pintu masuk kampung/rumah), kemudian dilanjutkan dialog bersama Pemerintah Desa dan Pokdarwis Desa Batu Cermin.

Plt. Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy Marpaung, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan desa dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.

_“Kunjungan ini kami lakukan untuk melihat secara langsung potensi Desa Batu Cermin sekaligus mendengarkan aspirasi yang dapat kami dorong di tingkat pusat. Di Kementerian terdapat bidang yang menangani desa wisata, sehingga peluang dukungan terhadap pemerintah desa tetap terbuka.”_ Jelasnya.

Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono, menjelaskan bahwa salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah atraksi alam Batu Susun yang berjarak sekitar tiga menit berjalan kaki dari Kantor Desa Batu Cermin. Kawasan ini juga berdekatan dengan Gua Verhoeven atau yang selama ini dikenal dengan nama Gua Batu Cermin, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan atraksi wisata religi Katolik (Gua Maria), sehingga memungkinkan dikembangkan dalam satu konektivitas destinasi.

_“Selain Gua Verhoeven, Batu Susun memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai spot wisata tambahan Desa Batu Cermin. Kami berharap potensi ini dapat dilihat secara lebih komprehensif dan mendapat dukungan pengembangan, sehingga dapat menambah daftar atraksi wisata darat di dalam kota Labuan Bajo, yang memang saat ini juga sedang diupayakan bersama oleh pemerintah”_ ujar Marianus.

Secara geologis, Batu Susun merupakan batuan karst yang pada masa lalu merupakan area dasar laut, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai atraksi wisata geopark, alam, dan budaya. Penelitian Geologi juga pernah dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di kawasan tersebut. Pemerintah Desa bersama Pokdarwis sendiri juga telah membangun jalur trekking yang mengelilingi kawasan Batu Susun, dengan rencana pengembangan aktivitas hiking, birdwatching, dan wisata geologi. Dengan begitu, kelestarian flora dan fauna tetap dijaga, termasuk keberadaan burung endemik Lawelujang, herpetofauna endemik *Trimeresurus insularis* (ular hijau), burung walet, dan lebah hutan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Green House hidroponik yang menjadi salah satu potensi Pendapatan Asli Desa (PAD). Produksi sayuran telah berjalan sejak pertengahan 2024–2025 dan dipasarkan ke supermarket di Labuan Bajo serta dapur MBG. Namun, produksi hidroponik saat ini masih bersifat musiman karena pembibitan terkendala iklim musim hujan. 

Dengan jumlah penduduk sekitar 11.000 jiwa dan 7.000 kepala keluarga yang telah memiliki KTP, Desa Batu Cermin dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang. Meski telah ditetapkan sebagai desa wisata, hingga saat ini desa belum menghasilkan PAD sebagai desa mandiri dikarenakan pengembangan pariwisata belum terfasilitasi secara optimal.

Melalui kunjungan ini, BPOLBF berkomitmen untuk mendorong pendampingan Desa Wisata Batu Cermin yang selaras dengan strategi pengembangan wisata mainland serta meningkatkan intensitas kunjungan dan koordinasi bersama kedepannya. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga akan mendorong peningkatan status Desa Batu Cermin dari desa rintisan menjadi desa berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi desa dalam ekosistem pariwisata di Labuan Bajo Flores.

 

*-------*

*Sisilia Lenita Jemana*

*Kepala Divisi Komunikasi Publik*

*Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores*

thumbnail

Dorong Peningkatan Atraksi Dalam Kota Labuan Bajo, BPOLBF dan Tim Kedeputian Kemenpar Lakukan Audiensi dan Visitasi Ke Desa Wisata Batu Cermin

Labuan Bajo, 04 Maret 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Tim Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian...

thumbnail

Kunjungan Kerja Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Labuan Bajo, 3 Maret 2026 — Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, mengadakan kunjungan kerja ke Labuan Bajo...

thumbnail

BPOLBF dan BPS Manggarai Barat Perkuat Kolaborasi Pengembangan Data Pariwisata Berbasis Industri

Labuan Bajo, 26 Februari 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melaksanakan visitasi dan audiensi resmi ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) K...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami