Labuan Bajo, 3 Maret 2026 — Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, mengadakan kunjungan kerja ke Labuan Bajo pada Selasa (03/03/2026). Kunjungan kerja ini dilaksanakan guna memperkuat sinkronisasi pengembangan destinasi dan tata kelola pariwisata. Dalam kunjungan tersebut, salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah audiensi bersama Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Gias.

Audiensi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Manggarai Barat tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo, serta Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung.
Selain itu, hadir pula sejumlah pimpinan perangkat daerah, yakni Kepala Dinas Perhubungan, Adrianus Gunawan; Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, Stefanus Jemsifori; Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM, Theresia P. Asmon; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Eltris Babur; serta Kepala Badan Pendapatan Daerah, Maria Yuliana Rotok.

Pertemuan ini membahas sinkronisasi tata kelola keselamatan pengunjung, keberlanjutan ekosistem, serta penguatan resiliensi kepariwisataan Labuan Bajo Flores, dengan penekanan pada akselerasi pengembangan wisata darat sebagai strategi diversifikasi produk dan pengurangan tekanan aktivitas di kawasan perairan.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menegaskan pentingnya percepatan pengembangan wisata darat sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk pariwisata dan upaya mendorong persebaran aktivitas dan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo Flores.
"Akselerasi wisata darat melalui diversifikasi produk menjadi sebuah urgensi, terutama untuk mengurangi tekanan di kawasan perairan sekaligus memperpanjang durasi tinggal (length of stay) wisatawan. Karena itu, pengembangan wisata darat menjadi langkah yang sangat mendesak. Optimalisasi kawasan seperti Parapuar dan destinasi lainnya di Manggarai Barat, melalui peningkatan kapasitas SDM, penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai, serta penguatan paket wisata darat yang telah siap, kami yakini akan menambah pilihan atraksi dan memperkaya pengalaman wisatawan,” tegasnya.
Sejalan dengan penekanan tersebut, mewakili Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Gias, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang dapat mendongkrak pendapatan daerah kami. Karena itu, kami perlu terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat serta BPOLBF dalam pengembangan daya tarik wisata di Manggarai Barat, khususnya penguatan atraksi wisata darat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Dalam konteks Labuan Bajo, mitigasi dan penanganan krisis kepariwisataan menjadi prioritas Kementerian Pariwisata yang harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan. Pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan SDM, sistem mitigasi risiko, serta tata kelola keselamatan, baik untuk wisata bahari maupun darat melalui pengaturan kapasitas kunjungan, standar keselamatan destinasi dan event, serta mekanisme tanggap darurat yang terintegrasi agar terbangun ekosistem pariwisata yang komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan di Labuan Bajo
Selain itu, sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berperan sebagai orkestrator yang berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk pariwisata di Labuan Bajo Flores.
Plt. Dirut BPOLBF Andhy Marpaung menegaskan peran BPOLBF dalam memperkuat orkestrasi program lintas sektor, termasuk penguatan produk aktivitas wisata darat, salah satunya melalui penyusunan travel pattern yang telah dilakukan BPOLBF berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait.
“Kami di BPOLBF terus mendorong implementasi travel pattern yang telah disusun untuk berbagai destinasi dan aktivitas di Kota Labuan Bajo, termasuk wisata religi Katolik, desa wisata, serta penguatan beragam event darat sebagai strategi memperpanjang lama tinggal wisatawan. Selain itu, pengembangan destinasi wisata terpadu Parapuar melalui event ‘Weekend at Parapuar’ menjadi salah satu fokus kami dalam menghadirkan atraksi darat yang terkurasi, terintegrasi, dan siap jual." jelas Andhy.

Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pembangunan pariwisata Labuan Bajo Flores berjalan secara aman, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dinamika ke depan. Sejumlah isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut, antara lain penguatan kapasitas dan kompetensi SDM pariwisata, khususnya tenaga kerja pada aktivitas wisata bahari, penataan regulasi dan perizinan, dukungan program pengembangan desa wisata, serta aspek keselamatan dan keamanan wisatawan, akan diteruskan secara formal oleh Kementerian Pariwisata kepada kementerian dan lembaga terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
-------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores