BPOLBF Dorong Integrasi Travel Pattern Wisata Kopi Flores Sebagai Produk Unggulan Wisata Agro Komoditas

Created at 2025-07-29

Labuan Bajo, 29 Juli 2025- 

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama mitra strategis terus mendorong penguatan produk pariwisata berbasis komoditas melalui pengembangan Travel Pattern Wisata Kopi di Pulau Flores. Hal ini dibahas dalam diskusi yang berlangsung secara daring pada Senin (28/07/2025). 

Diskusi ini juga membahas langkah konkret untuk menjadikan wisata kopi sebagai bagian dari perjalanan menyeluruh (end-to-end experience) yang tidak hanya mendatangkan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (wisata maritim), namun juga mengarahkan mereka mengeksplorasi kekayaan daratan Pulau Flores (mainland) . 

Dalam diskusi tersebut, teridentifikasi lebih dari 35 daya tarik wisata dan 30 desa wisata di wilayah Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima), serta 54 titik wisata religi di Pulau Flores. Rangkaian daya tarik tersebut telah dikategorikan ke dalam tujuh pola perjalanan wisata (travel pattern), antara lain: Volcanology Travel, Coffee Experience, Cultural Travel Pattern, The UNESCO List Trip, Trip To The Past, Conservation Trip, dan Pilgrimage Trip . 

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menekankan pentingnya penguatan narasi dan kualitas konten dari produk wisata berbasis kopi: 

“Wisata kopi di Pulau Flores bukan sekadar kunjungan ke kebun, tetapi harus dikembangkan sebagai pengalaman menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari mengenal proses budidaya, mencicipi cita rasa unik, hingga mengunjungi etalase kopi Flores yang ada di berbagai lokasi di pulau Flores. Storytelling dan narasi yang kuat tentang kopi sebagai tanaman, minuman, dan produk lainnya yang bernilai sejarah, budaya, dan ekonomi agar wisatawan benar-benar merasakan keistimewaan kopi sebagai bagian dari identitas masyarakat Pulau Flores”, jelasnya. 

Marhen juga menjelaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan misi BPOLBF dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan regeneratif berbasis potensi lokal. 

Diskusi turut menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya:

- Pembahasan lanjutan terkait segmentasi pasar (target market),

- Pelibatan Deputi II Kementerian Pariwisata dalam Festival Golokoe,

- Aktivasi networking pada momen festival tersebut bersama para pelaku industri utama, serta

- Rencana piloting proyek wisata kopi yang menyeluruh, dengan dukungan Asisten Deputi Produk Wisata Kemenpar. 

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Pulau Flores sebagai destinasi unggulan yang menawarkan keunikan wisata berbasis agro komoditas, serta membuka peluang peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan. 

 

----------- 

Sisilia Lenita Jemana

Kepala Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores

thumbnail

Diskoria BPOLBF: Bahas Promosi Labuan Bajo hingga Event Budaya di Parapuar

Labuan Bajo, 06 Maret 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menyelenggarakan Diskusi Kolaborasi Bersama Media (Diskoria) edisi Maret 20...

thumbnail

Weekend at Parapuar Kembali Hadir, Sajikan Musik dan Tarian Tradisional di Natas Parapuar

Labuan Bajo, 5 Maret 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) akan kembali menghadirkan Weekend at Parapuar, Sabtu, 7 Maret 2026 di Natas Parapuar...

thumbnail

Dorong Peningkatan Atraksi Dalam Kota Labuan Bajo, BPOLBF dan Tim Kedeputian Kemenpar Lakukan Audiensi dan Visitasi Ke Desa Wisata Batu Cermin

Labuan Bajo, 04 Maret 2026 – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Tim Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian...

Ada pertanyaan ?

Lihat FAQ ? atau Hubungi Kami