Labuan Bajo, 28 Januari 2026— Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan kunjungan dan audiensi formal ke Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Labuan Bajo sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo dan wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T Marpaung, menyampaikan apresiasi atas peran strategis BMKG Labuan Bajo dalam menyediakan informasi cuaca dan iklim secara berkala yang menjadi rujukan penting bagi berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam sektor pariwisata dan transportasi.
“BPOLBF mengapresiasi dukungan BMKG Labuan Bajo yang selama ini secara konsisten menyediakan informasi cuaca dan iklim. Prakiraan tersebut menjadi dasar bagi pengelola destinasi wisata dan otoritas terkait dalam menetapkan kebijakan aktivitas wisata serta perjalanan, baik penerbangan, pelayaran, maupun darat, demi menjamin keselamatan wisatawan dan pelaku pariwisata,” ujar Andhy.

Ia juga menyampaikan bahwa BPOLBF telah melakukan diskusi bersama asosiasi pariwisata terkait dampak penutupan aktivitas wisata akibat kondisi cuaca, yang kerap memicu pembatalan perjalanan cancellation. Melalui diskusi tersebut, BPOLBF mendorong pencarian solusi berupa pengembangan dan promosi alternatif destinasi wisata yang lebih sesuai untuk dikunjungi pada iklim kurang bersahabat atau low season.
Selain itu, BPOLBF meminta dukungan BMKG Labuan Bajo dalam penyediaan informasi cuaca guna mendukung pelaksanaan berbagai agenda pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya, termasuk penyelenggaraan event Weekend At Parapuar (WAP) yang diselenggarakan oleh BPOLBF.
Kepala BMKG Labuan Bajo, Maria Seran, menjelaskan bahwa sebagai Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, BMKG Labuan Bajo tidak hanya bertugas memberikan prakiraan cuaca untuk kepentingan operasional bandara dan pelayaran, tetapi juga memiliki tugas tambahan dalam menyediakan informasi cuaca bagi destinasi wisata di wilayah Manggarai Barat.
“Saat ini kami sedang dalam proses diskusi untuk peningkatan kelas stasiun. Jika peningkatan kelas tersebut terwujud, akan ada peluang peningkatan fasilitas peralatan penunjang, termasuk radar cuaca dengan jangkauan hingga 250 kilometer, yang memungkinkan prakiraan hujan hingga tiga jam sebelumnya,” jelas Maria Seran.
Ia menambahkan bahwa informasi cuaca yang disediakan BMKG Labuan Bajo tidak hanya dimanfaatkan oleh sektor pariwisata, tetapi juga sangat penting bagi nelayan dan masyarakat umum. BMKG Labuan Bajo juga mengidentifikasi kebutuhan penambahan sensor cuaca di wilayah selatan Labuan Bajo, mengingat saat ini sebagian besar alat pemantauan masih terkonsentrasi di wilayah utara Kabupaten Manggarai Barat.
Maria Seran menegaskan, bahwa sekalipun BMKG berperan dalam menyediakan informasi prakiraan cuaca, namun keputusan terkait penyelenggaraan maupun penutupan aktivitas berada pada kewenangan otoritas dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah atau destinasi.
Melalui audiensi ini, BPOLBF menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG Labuan Bajo dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pengelolaan pariwisata Labuan Bajo yang aman, adaptif terhadap risiko cuaca, dan keberlanjutan.
--------
Sisilia Lenita Jemana
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores